Materi

Aritmatika Sosial

a. Menghitung nilai keseluruhan , nilai per-unit dan nilai sebagian.
Dalam sehari-hari kitapun harus dapat menghitung nilai keseluruhan, nilai per-unit,nilai sebagian, harga jual, harga beli, untung, rugi, rabat, diskon, bonus, bunga dalam bank/koperasi.
Contoh:
Harga 1 lusin ballpoint Rp9.000,00. Untuk persiapan menghadapi semester II, Nina   membeli 1 lusin.
Hitunglah :
a)  Nilai keseluruhan
b)  Nilai per-unit
c)  Nilai 11 buah ballpoint
Jawab:
a)  Nilai keseluruhan = 1  x Rp9.000,00 =  Rp. 9.000
b)  Nilai per-unit         = Rp9.000,00 : 12 =  = Rp.750,00
c)  Nilai 11 buah          =  11  x Rp.750,00 =  = Rp.8250,00



b. Harga pembelian, harga penjualan, untung, dan rugi.
·         Harga pembelian adalah harga pengganti uang yang dikeluarkan produsen.
·         Harga penjualan adalah harga barang yang ditetapkan oleh pedagang kepada pembeli.
·     Untung atau laba adalah selisih antara harga penjualan dengan harga pembelian jika harga penjualan lebih dari harga pembelian.

                   Untung = harga penjualan – harga pembelian (hasilnnya + ) 

·    Rugi adalah selisih antara harga penjualan dengan harga pembelian jika harga penjualan kurang dari harga pembelian.
                 
                    Rugi = harga pembelian – harga penjualan (hasilnya – )

c. Persentase untung atau rugi
·         Menentukan persentase untung atau rugi
                        Untung: jika harga jual  dari harga beli
 Rugi: jika harga jual  dari harga beli

presentase untung = untung/harga pembelian x 100%

persentase rugi = rugi/harga pembelian x 100%

·         Menentukan harga pembelian dan harga penjualan jika persentase untung atau rugi diketahui.
Jika persentase untung atau rugi diketahui, kita dapat menghitung harga beli atau harga jualnya.
Kalian telah mengetahui bahwa untung (laba) = harga penjualan – harga pembelian, maka:
1. Harga penjualan = harga pembelian + untung
2. Harga pembelian = harga penjualan – untung
Kalian juga telah mengetahui bahwa rugi = harga pembelian – harga penjualan, maka:
1. Harga penjualan = harga pembelian + rugi
2. Harga pembelian = harga penjualan – rugi  .
Catatan:
Dalam bentuk persen, harga beli dapat dianggap sebagai modal

= 100%.Bruto, tara, dan neto
Contoh :
a). Seorang bapak membeli sebuah mobil seharga Rp 50.000.000, karena sudah bosan dengan mobil tersebut maka mobil tersebut dijual dengan harga Rp 45.000.000,.Tentukan persentase kerugiannya!
Jawab:
Harga beli Rp 50.000.000
Harga jual Rp 45.000.000
Rugi = Rp 50.000.000 – Rp 45.000.00
         = Rp 5.000.000
         = Rp 10 %
Jadi besar persentase kerugiannya adalah 10 %.

b). Seorang pedagang membeli gula 5 kg dengan harga Rp 35.000, kemudian dijual dengan harga Rp 45.000, Berapakah besar persentase keuntungan pedagang tersebut?
Jawab:
Harga beli Rp 35.000,
Harga jual Rp 45.000,
Untung = Rp 45.000 – Rp 35.000
                                     = Rp 10.000
                                      = 28,7 %
Jadi persentase keuntungan adalah 28,7 %

d. Rabat(diskon), bruto, tara, dan neto
1. Rabat
Rabat adalah potongan harga atau lebih dikenal dengan diskon.Persen tara dan harga bersih.
 Contoh:
Sebuah toko memberikan diskon 15 %, budi membeli sebuah rice cooker dengan harga Rp 420.000. berapakah harga yang harus dibayar budi?
Jawab:
Harga sebelum diskon = Rp 420.000
Potongan harga = 15 % x Rp 420.000 = Rp 63.000
Harga setelah diskon = Rp 420.000 – Rp 63.000 = Rp 375. 000
Jadi budi harus membayar Rp 375.000

Berdasarkan contoh diatas dapat diperoleh rumus:
                        Harga bersih = harga kotor – Rabat (diskon)

 
 


-  Harga kotor adalah harga sebelum didiskon
-  Harga bersih adalah harga setelah didiskon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar